Showing posts with label Buah Hati. Show all posts
Showing posts with label Buah Hati. Show all posts

Monday, January 28, 2013

Tips Berjemur Matahari Pagi Untuk Bayi

Posted by triebara | 10:31 AM Categories:
Sinar matahari merupakan salah satu karunia Tuhan bagi makhluknya. Dengannya, tumbuhan bisa menjalankan proses fotosintesisnya sehingga dapat terus tumbuh, hewan bisa menghangatkan dirinya dan begitu juga dengan manusia. Sinar matahari pun juga memiliki banyak manfaat bagi bayi.
Foto: Thinkstock
Sinar matahari selain dapat menghangatkan tubuh, juga sangat baik untuk mendukung pembentukan vitamin D di kulit bayi. Karenanya, semasa kehamilan, sebaiknya ibu hamil mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, karena saat si kecil lahir sudah berbekal vitamin D. Dengan berjemur sinar matahari, calon vitamin D akan matang sepenuhnya dan berperan dalam pembentukan tulang bayi. Selain itu, dengan menjemur bayi dapat mengurangi resiko terkena penyakit ricketsia atau gangguan pertumbuhan tulang. Meskipun banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan menjemur bayi, namun tidak boleh sembarangan, misalnya menjemur bayi di kala siang. Tentu saja bayi akan kepanasan…kita aja jalan kaki di kala siang aja kepanasan kok…apalagi bayi yang kulitnya masih lembut :D

Saturday, January 26, 2013

Seorang bayi perempuan yang terlahir dengan jantung yang berada di luar tubuhnya, akhirnya bisa pulang hari ini (24/1), setelah diberi lapisan pelindung berwarna merah muda untuk melindungi organ pentingnya itu.
Berdasar berita yang dilansir dari dailymail.co.uk, Audrina Cardenas, lahir di bulan Oktober dengan penyakit bawaan langka yang disebut ectopia cordis dimana jantungnya berada di luar dada.  Penyakit ini hanya terjadi pada satu dari dari delapan juta orang dan sembilan dari sepuluh penderita yang lahir meninggal atau meninggal dalam waktu tiga hari.
Tapi, pada tanggal 24 Januari,  bayi yang berusia 3,5 bulan ini akhirnya berhasil selamat dan keluar dari Texas Children's Hospital di Houston, dan dibawa pulang oleh ibunya, Ashley.

Ketika masa persalinan hampir tiba, mungkin ada rasa takut yang menyelimuti bunda. Namun, bunda tak sendirian, ada si kecil juga yang bisa dapat rasakan kecemasan bunda. Jadi, berusahalah tetap tenang dan yakinlah semuanya akan baik-baik saja. Bayangkanlah senyum buah hati Anda setelah ia terlahir di dunia, semua akan terbayarkan dengan indah, bunda :)
Perlu juga buat bunda tahu hal-hal yang akan bunda  dan si buah hati alami jelang dan selama proses persalinan. Ini bisa memberi bunda  gambaran tentang apa saja yang akan bunda dan si kecil hadapi. Karena saat persalinan ibarat mengendarai mobil untuk mencapai tujuan, bayi bunda  berperan sebagai co-driver. Kerjasama yang bagus akan memperlancar segalanya dan yuk bantu si kecil melalui perjalanannya ke dunia dengan lancar. Ingatlah bunda,  kelahiran adalah proses perjalanan bersama antara ibu dan bayi.

Wednesday, January 16, 2013

Cara Menggendong Pengaruhi Kesehatan Mental Anak

Posted by triebara | 9:03 AM Categories:

Banyak cara yang digunakan untuk membuat bayi merasa nyaman, mulai dari tindakan memeluk, mengusap punggung, hingga menggendong. Namun berbagai macam cara menggendong, terutama yang dilakukan oleh orang tua muda, biasanya malah membuat bayi tak nyaman. Selain bisa menyebabkan permasalahan otot dan tulang, salah menggendong dapat berpengaruh pada perkembangan mental anak.

Menurut guru besar geografi di Universitas California, Jared Diamond, cara menggendong bayi adalah hal yang sangat penting. "Orang tua baru harus menggendong bayi mereka secara tegak dan menghadap depan, ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental bayi," ujar Jared kepada situs berita dailytelegraph, Selasa, 8 Januari 2013.
Teknik menggendong tegak dan menghadap depan ini memungkinkan bayi untuk mengamati dunia seperti yang terlihat oleh orang tuanya. Ini dapat membuat seorang anak percaya diri.

Kontak Fisik Bisa Tambah Rasa Percaya Diri Bayi

Posted by triebara | 8:05 AM Categories:

Menjadi orangtua baru tentu sangat membingungkan. Bagaimana caranya menghadapi bayi yang menangis atau bagaimana memasangkan popok atau juga bagaimana caranya untuk membuat bayi Anda percaya diri.

Seorang akademisi mengatakan kalau orangtua harus membuat bayi mereka percaya diri agar cepat berkembang, seperti dilansir Dailytelegraph, Jumat (11/1/2013)
Menurut penulis yang memenangkan penghargaan Pulitzer, Jared Diamond, kalau bayi ternyata bisa juga memiliki rasa percaya diri. Ada beberapa cara untuk membuat bayi percaya diri

Sunday, January 13, 2013

Bayi yang Mau Disuntik Bisa Merasakan Kecemasan Ibunya

Posted by triebara | 9:03 AM Categories:
Bayi dari ibu baru biasanya bakal merasakan sakit yang lebih ketika disuntik, dibandingkan bayi dari ibu yang berpengalaman. Soalnya, anak-anak bisa merasakan kecemasan dari orangtuanya.

Bahkan ketika sang ibu yang tak menunjukkan rasa khawatirnya, anak-anak juga bisa merasakan stres saat menunggu vaksinasi pertamanya.
Bayi-bayi menunjukkan banyak tanda ketika kesakitan, meskipun bayi-bayi itu tidak tahu apa yang akan terjadi. Demikian informasi dari psikolog Dr Nadja Reissland dari Durham University seperti dikutip Dailymail, Kamis (10/1/2013).

Saturday, January 12, 2013

Waspadai 5 Gangguan Makan Ini Pada Bayi Lahir Prematur

Posted by triebara | 10:04 AM Categories:

Seorang bayi yang lahir sebelum minggu ke-37 kehamilan atau lahir prematur, seringkali mengalami kesulitan makan, karena berbagai alasan. Gangguan makan pada bayi prematur dapat berlangsung selama berbulan-bulan dan sering terkait dengan masalah kesehatan yang lain.

Berikut 5 gangguan makan yang sering dialami oleh bayi yang lahir prematur, seperti dilansir mom.me, Jumat (4/1/2013) antara lain:
(Foto: Thinkstock)
1. Lambat dalam menghisap air susu
Bayi yang lahir prematur belum memiliki otot-otot yang kuat untuk menghisap air susu ibu (ASI). Sehingga bayi prematur membutuhkan waktu yang lama untuk minum ASI sampai dirinya merasa kenyang.
Bayi yang lahir prematur juga seringkali kurang mampu mengkoordinasikan otot-ototnya untuk menarik napas ketika sedang menghisap air susu yang dapat membuatnya tersedak atau muntah, kecuali bayi Anda minum susu secara perlahan-lahan.

Thursday, January 10, 2013


Salah satu cedera yang paling sering dialami oleh ibu menyusui adalah lecet akibat payudara tergigit si bayi. Jika hal ini terjadi, apa yang sebaiknya harus dilakukan si ibu?

Cedera puting akibat tergigit saat menyusui bisa menimbulkan berbagai reaksi, mulai dari teriak hingga si ibu yang menangis. Namun jika hal ini terjadi, ibu menyusui disarankan tidak teriak atau marah pada si bayi.
Illustrasi (dok: Thinkstock)
“Sebaiknya tidak teriak, karena reaksi bayi bermacam-macam. Bayi yang sudah gede ada yang senang jadi ketawa-ketasa dan diulang lagi, tapi ada juga yang jadi trauma nggak mau menyusu lagi,” ujai Nia Umar selaku Ketua IKMI (Ikatan Konselor Menyusui Indonesia) saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (9/1/2013).

Nia menjelaskan trauma ini bisa menyebabkan bayi berhenti menyusui secara tiba-tiba, kondisi ini bisa membuat si ibu merasa bersalah dan stress berkepanjangan sehingga mempengaruhi produksi ASI dan butuh konselor.

Tuesday, January 8, 2013

Kemampuan Berbahasa Bantu Anak Kendalikan Marah

Posted by triebara | 8:01 AM Categories:
Kemampuan anak-anak untuk menggunakan kata-kata kemungkinan mempengaruhi cara anak untuk mengatur kemarahannya di kemudian hari, demikian diungkapkan sebuah penelitian terbaru.

Hasil temuan yang dikutip situs Health Day pada 24 Desember 2012 mengungkapkan bahwa anak-anak dengan kemampuan bahasa yang baik saat berusia dua tahun akan lebih sedikit mengekspresikan kemarahannya selama saat berusia empat tahun yang disebut sebagai masa frustasi jika dibandingkan dengan anak yang memiliki kemampuan bahasa kurang baik.

Foto: hehealthyhaven.wordpress.com
Sedangkan anak yang kemampuan berbahasanya berkembang dengan cepat juga lebih mampu mengatur kemarahannya di usia empat tahun. Penelitian sebelumnya mengungkapkan adanya hubungan antara kemampuan berbahasa dengan ekspresi kemarahan pada anak-anak.

Hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Child Development ini memantau perkembangan 120 anak dari usia 18 bulan hingga berusia empat tahun. Anak-anak secara periodik dites untuk mengetahui kemampuan berbahasa mereka dan kemampuan mereka untuk mengatasi situasi frustrasi. Salah satu tugas yang diminta kepada anak-anak adalah menunggu selama delapan menit sebelum membuka kado dari ibu mereka, saat selesai mengerjakan tugas.

Ada dua aspek bahasa yang membantu anak-anak untuk mengendalikan rasa marah. Pertama, kemampuan bahasa yang lebih baik memungkinkan anak-anak untuk meminta bantuan orang tua mereka selama masa frustrasi (misalnya, meminta ibu mereka saat mereka selesai bekerja). Anak-anak juga menggunakan bahasa untuk mengalihkan perhatian mereka sendiri agar tidak marah (salah seorang anak mengalihkan perhatiannya dari tugas menunggu dengan menghitung waktu).

Kemampuan bahasa yang lebih baik bisa membantu anak-anak menjelaskan sesuatu ketimbang menggunakan emosi untuk mengungkapkannya. "Anak-anak juga bisa menggunakan imajinasi mereka untuk mengalihkan perhatian selama masa menunggu yang mengesalkan," ujar peneliti Pamela Cole, profesor psikologi di Pennsylvania State University.
Source.

Monday, January 7, 2013

Sejak kapan bayi belajar bahasa? Mungin banyak yang mengira setelah lahir. Jawaban itu salah. Sebuah penelitian mengungkapkan bayi belajar bahasa sejak dalam kandungan.

Janin dalam kandungan. Image: Jane MacDougall.

Studi yang dilakukan peneliti dari Pacific Lutheran University, Tacoma, Amerika, mengindikasikan bayi mempunyai kapasitas untuk belajar dan mengingat suara-suara dasar dari bahasa ibunya ketika usia kehamilan telah mencapai 30 pekan.

Pada usia kehamilan itu, mekanisme otak yang berkaitan dengan pendengaran telah sepenuhnya terbentuk. Karena itu, janin dalam kandungan mampu mendengar apa yang ibunya ucapkan dan menyerap elemen-elemen bahasa. Bayi juga mampu menggunakan apa yang mereka dengar selama 10 pekan terakhir kehamilan dan saat lahir untuk membedakan bahasa.

Renang Bikin Anak Cerdas

Posted by triebara | 1:01 PM Categories:
Tak ada ruginya mengajari anak berenang sejak dini. Bahkan, orang tua bisa terkaget-kaget melihat kemajuan si anak setelah rutin melakukan olahraga air tersebut. Hal itu pula yang dialami Rizky Nurul Wachidah saat menceritakan perkembangan yang dialami putrinya, Laila Cahaya Jatmiko. “It’s amazing. Benar-benar luar biasa,” kata Rizky.

Ilustrasi Berenang. mojesanje.si
Sejak anaknya berusia 4 bulan, perempuan 29 tahun itu telah melatih Laila berenang. Awalnya, kebiasaan itu dilakukan sebulan sekali. Tapi, setelah Laila berusia 1 tahun, kegiatan itu dilakukan seminggu tiga kali. Manfaatnya, Laila yang kini berusia 17 bulan jadi lebih lincah dibanding anak seusianya. “Dia sudah bisa naik-turun tangga, padahal anak-anak teman saya yang usianya sama baru belajar berjalan,” kata Rizky.

Ihwal manfaat berenang pada anak usia dini baru-baru ini dibuktikan secara ilmiah. Tim peneliti dari Griffith Institute for Educational Research, Australia, menyatakan belajar berenang pada usia dini membuat anak meraih perkembangan lebih cepat pada area kognitif, fisik, dan bahasa.

Sunday, January 6, 2013

Kata Ahlinya Kalau Bayi Bangun Tengah Malam Biarkan Saja

Posted by triebara | 10:03 AM Categories: ,

Ketika bayi menangis di tengah malam seorang ibu akan bingung memilih membiarkannya atau buru-buru menghiburnya. Pilihan pertamalah yang sebaiknya dilakukan orangtua, yakni membiarkan bayi menangis.

Cara pengasuhan ini bukan berarti buruk, tapi ini lebih ke arah psikologi.

Memang, bayi bangun nocturnal merupakan kekhawatiran yang paling umum yang dilaporkan orangtua ke dokter anaknya ketika bayi baru lahir.

Profesor Marsha Weinraub, pakar hubungan dari Temple University di Philadelphia, mengatakan, cara yang terbaik adalah membiarkan bayi menangis karena nantinya bayi bisa menenangkan diri sendiri dan kembali tertidur dengan sendirinya.

Friday, January 4, 2013

Rumus Cegah Obesitas Pada Anak

Posted by triebara | 10:03 AM Categories: ,

Banyak cara dilakukan para ibu agar buah hatinya tumbuh sehat. Namun tak sedikit pula yang melupakan, kalau anak bertubuh gemuk tak melulu mencerminkan kesehatan.
Ada trik agar anak jauh dari penyakit obesitas. Dokter Spesialis Anak Endokrin dari FKUI, dr. Aman Bhakti Pulungan menawarkan rumus sehat.
"Rumus sehat ini adalah 5210. Lima kali makan, dua jam aktivitas, maksimal satu jam berolahraga, serta nol  pembatasan yang manis," ujarnya.
Tak sedikit pula yang melupakan, kalau anak bertubuh gemuk tak melulu mencerminkan kesehatan. 
- Makan
Berikan anak Anda makanan bergizi dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya, lima kali sehari. Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, serta buah-buahan yang kaya akan antioksidan.
"Tak masalah jika anak menerima asupan buah dan sayur setiap hari. Apalagi jika diberikan dalam jumlah yang tepat," kata dr. Aman.

Tuesday, January 1, 2013

Ibu dan bayi yang sama-sama sehat tidak seharusnya dipisahkan usai proses persalinan dilalui. Sebab jika bayi dipisahkan dari sang ibu, 6 jam setelah dilahirkan, akan membuat stresnya meningkat.

"Setelah inisiasi menyusui dini (IMD) dilakukan, maka dilanjut dengan rawat gabung selama 24 jam. Artinya selama 24 jam dalam jangkauan ibu," kata dr. Utami Roesli SpA SpA, IBCLC, FABM , IBCLC, FABM.

(Foto: thinkstock)

Hal itu disampaikan dia usai talkshow 'Ibuku, InspirASIku- a Tribute to #NenekASI' yang digelar oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Save The Children Indonesia di FX Lifestyle X'nter Mall, Jl Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Selasa (25/12/2012)

Monday, December 31, 2012

Sudah diketahui bersama air susu ibu (ASI) adalah makanan yang paling sehat untuk bayi. Namun karena beberapa alasan ada ibu yang enggan memberikan ASI kepada bayinya. Terkait ASI memang ada mitos dan faktanya yang perlu Anda ketahui.

dr. Utami Roesli SpA SpA, IBCLC, FABM , IBCLC, FABM dalam talkshow 'Ibuku, InspirASIku- a Tribute to #NenekASI' yang digelar oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Save The Children Indonesia di FX Lifestyle X'nter Mall, Jl Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Selasa (25/12/2012) memaparkan mitos dan fakta seputar ASI, sebagai berikut:

(Foto: thinkstock)

Mitos: ASI pertama- colostrum, adalah susu basi yang tidak baik untuk bayi
Fakta: Colostrum mengandung lebih banyak zat kekebalan tubuh dan zat penting lainnya untuk 'mematang'-kan usus.
Orang tua seringkali harus dipusingkan dengan anak yang rewel saat makan, entah itu karena anak harus mengonsumsi makanan yang tak mereka sukai atau karena orang tua memaksanya makan. Sayangnya terkadang sejumlah orang tua tak bijak menghadapinya karena mereka lebih memilih 'menyogok' anak-anaknya dengan permen, cokelat atau junk food agar si anak tida“ rewel.

Padahal menurut sebuah studi baru, kondisi ini dapat mendorong si anak menjadi ketagihan terhadap junk food di usia yang masih sangat muda yaitu kira-kira tiga tahun. Hal ini diperkuat dengan temuan peneliti bahwa 58 persen para ibu percaya anak-anaknya telah ketagihan cemilan manis pada usia tiga tahun.

(Foto: thinkstock)

Namun tampaknya kondisi ini sudah terbilang terlambat karena studi ini mengungkap 60 persen anak-anak telah diperkenalkan pada cokelat dan permen oleh orangtuanya. Begitu pula satu dari tiga orang tua mengaku menghadapi anak yang rewel saat makan dengan 'menyogok' mereka menggunakan jajanan manis.

Thursday, December 27, 2012

Ini Ciri-ciri Demam yang "Aman" bagi Anak

Posted by triebara | 1:55 PM Categories:

Demam bisa menjadi "teman" anak; suhu tinggi bisa membantu anak-anak menjadi lebih baik. Karenanya, para ahli kesehatan menyatankan untuk jangan buru-buru memberi turun panas pada anak hanya karena suhu tubuhnya naik.

Foxnews.com

Menurut Hannah Chow-Johnson, asisten profesor di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine demam tinggi secara tak langsung "memaksa" seorang anak untuk memperlambat aktivitasnya, istirahat, dan tidur, hal yang penting dalam memulihkan kesehatannya.

"Demam benar-benar dapat membantu anak Anda pulih lebih cepat, terutama jika ia sedang berjuang melawan penyakit akibat virus," katanya. "Saya sering berharap termometer memiliki pengukur yang membaca 'demam' atau 'tidak demam'."

Hormon cinta atau oksitosin diproduksi oleh suatu struktur di otak bernama hipotalamus. Hormon ini mempengaruhi perilaku manusia dan banyak dihasilkan saat sedang jatuh cinta. Ternyata, manfaat dan efeknya tak hanya membuat anak manusia dimabuk asmara.

Oksitosin menciptakan perasaan tenang dan membuat pasangan yang sedang dilanda asmara menjadi makin intim. Penelitian menemukan bahwa hormon ini ikut dilepaskan saat proses persalinan dan menyusui bayi. Beberapa penelitian akhir-akhir ini pun banyak difokuskan untuk menjelajahi berbagai efek oksitosin bagi tubuh.

(Foto: thinkstock)
Seperti dikutip dari MyHealthNewsDaily.com, Kamis (27/12/2012), berikut adalah bermacam efek hormon cinta bagi manusia.

Apakah sebentar lagi Anda akan memiliki anak? Jika iya, pastikan anak Anda mendapat air susu ibu eksklusif. Sebab kegiatan ini memberikan dampak kesehatan, tidak hanya pada ibu tetapi juga pada anak. Risiko kanker pada keduanya bisa berkurang dengan kegiatan ini.

(Foto: Thinkstock)

Hal ini dipaparkan dr.Utami Roesli SpA SpA, IBCLC, FABM , IBCLC, FABM dalam talkshow 'Ibuku, InspirASIku- a Tribute to #NenekASI' yang digelar oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Save The Children Indonesia di FX Lifestyle X'nter Mall, Jl Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Senin (24/12/2012).

Kenali Tanda-tanda Mata Juling pada Bayi

Posted by triebara | 10:05 AM Categories:

Mata juling adalah salah satu gangguan penglihatan yang gejalanya telah tampak sejak bayi. Kenali tanda-tanda mata juling sejak dini agar bayi segera mendapatkan perawatan dokter dan terhindar dari gangguan penglihatan hingga dewasa.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan mata bayi beberapa saat setelah proses kelahiran untuk mendeteksi apakah ada masalah pada mata bayi seperti katarak kongenital atau masalah mata neonatal lainnya. Mata bayi juga akan diberi salep antibiotik untuk mencegah infeksi mata yang dapat berkembang akibat bakteri di jalan lahir.

(Foto: thinkstock)
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube